Presiden Putin Perintahkan Jumlah Tentara Ditambah Menjadi 1,5 Juta

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit untuk menambah jumlah tentara sebanyak 180.000 atau menjadi total 1,5 juta tentara.
Ini merupakan perintah penambahan tentara untuk ketiga kalinya sejak konflik bersenjata dengan Ukraina pecah pada Februari 2022.
Baca Juga: Zelensky Sebut Ukraina Menderita Kerugian Besar Akibat Hal Ini
Dilansir dari Kremlin.ru, laman kepresidenan Rusia, Selasa (17/9), dekrit itu akan berlaku mulai 1 Desember 2024, dengan menetapkan jumlah keseluruhan personel angkatan bersenjata Rusia hampir 2,4 juta, termasuk 1,5 juta tentara.
"Sesuai dengan Pasal 4 Undang-Undang Federal No. 61-FZ tanggal 31 Mei 1996, Tentang Pertahanan, Presiden telah memutuskan untuk menetapkan kekuatan resmi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia sebanyak 2.389.130 personel, termasuk 1.500.000 tentara," tulis dekrit tersebut.
"Pemerintah Federasi Rusia telah diinstruksikan untuk mengalokasikan dana anggaran yang diperlukan dari anggaran federal kepada Kementerian Pertahanan Federasi Rusia untuk pelaksanaan Perintah Eksekutif ini," tambahnya.
Dekrit ini muncul setelah Ukraina melakukan serangan ke Kursk, wilayah bagian selatan Rusia pada bulan lalu. Pemerintah Rusia telah mengevakuasi warga dan pertempuran di wilayah itu dilaporkan masih berlangsung.
Baca Juga: Houthi Luncurkan Rudal ke Israel, Netanyahu Ancam Serangan Balasan
Selama dua tahun terakhir, Putin telah dua kali menandatangani dekrit penambahan jumlah tentara, selain mobilisasi dan wajib militer. Pada Agustus 2022, Putin memerintahkan jumlah tentara ditambah sebanyak 137.000.
Kemudian pada bulan Desember tahun lalu, Putin kembali memerintahkan penambahan jumlah tentara sebanyak 170.000, sehingga totalnya menjadi 1,32 juta tentara. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































