POLKAM

Presiden Prabowo: Welfare State Indonesia Kini Masuk Jajaran Terkuat di Dunia

Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia kini memiliki salah satu sistem welfare state atau negara kesejahteraan yang masuk dalam jajaran terkuat di dunia.

Penilaian tersebut didasarkan pada luasnya cakupan program perlindungan sosial yang telah dibangun secara berkelanjutan sejak pemerintahan-pemerintahan sebelumnya dan terus diperkuat pada masa pemerintahannya.

Di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Prabowo mengajak seluruh pembantunya untuk melihat secara utuh berbagai program kesejahteraan yang telah dimiliki Indonesia sebagai fondasi penting menuju negara maju.

Menurut Kepala Negara, selama ini masih banyak pihak yang memandang sebelah mata kekuatan sistem perlindungan sosial Indonesia.

Padahal, apabila seluruh program dihitung secara menyeluruh, Indonesia telah memiliki jaringan pengaman sosial yang sangat luas dan menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat.

"Jadi ini saya tegaskan, ternyata kita punya sistem perlindungan sosial, negara kesejahteraan (welfare state), salah satu terkuat di dunia. Kalau kita lihat program satu-satu, dan sebagian program-program ini dilaksanakan oleh Presiden-Presiden sebelum kita, pemerintah sebelum kita," ujar Prabowo.

Presiden menegaskan keberhasilan tersebut bukanlah hasil kerja satu pemerintahan semata, melainkan buah dari kesinambungan pembangunan nasional yang terus dilanjutkan dan disempurnakan.

Baca Juga: Panen Raya TNI, Capaian Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Maka dari itu, Prabowo mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk menjaga keberlanjutan berbagai program yang terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Beragam program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah, lanjut Prabowo, mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Sekolah Rakyat, Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), bantuan sembako, bantuan sosial, hingga bantuan pemberdayaan sosial ekonomi.

Di sektor perumahan, pemerintah juga terus mengembangkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang memberikan bantuan sebesar Rp20 juta kepada sekitar 400 ribu penerima manfaat.

Presiden bahkan meminta agar program tersebut dievaluasi sehingga cakupannya dapat diperluas.

Menurut Prabowo, pemerintah dapat mengkaji pola penyaluran bantuan yang lebih efektif, misalnya dengan menyediakan material bangunan dibandingkan bantuan tunai agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.

"Nanti saya minta Menteri Perumahan, Menteri Sosial dikaji kembali apakah ditambah penerima manfaat sehingga indeksnya bisa dikurangi dengan, mungkin kita tidak kasih uang tapi kasih bahan," katanya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan TNI-Polri ‘Anak Kandung Rakyat’, Fondasi Pertahanan Indonesia

Selain bantuan langsung kepada masyarakat, pemerintah juga terus memperkuat berbagai subsidi strategis sebagai instrumen menjaga daya beli masyarakat.

Program tersebut meliputi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), subsidi LPG, subsidi dan kompensasi BBM jenis solar maupun Pertalite, subsidi listrik, bantuan kebencanaan, bantuan pangan, hingga diskon tarif kereta api dan angkutan laut.

Prabowo juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat melalui dua program nasional berskala besar, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program MBG ditargetkan menjangkau sekitar 74,56 juta penerima manfaat, meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lanjut usia.

Sementara program CKG dirancang melayani 130,8 juta masyarakat, menjadikannya salah satu program pemeriksaan kesehatan terbesar yang pernah dijalankan pemerintah.

Baca Juga: Presiden Prabowo Ingatkan Kabinet: Jangan Terlena Kekuasaan, Saatnya Tuntaskan Persoalan Bangsa!

Menurut Presiden, pemeriksaan kesehatan secara dini merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mencegah munculnya penyakit yang lebih berat di kemudian hari.

"Kalau ini pertama kali cek kesehatan gratis. Kita cek, tahu kondisi, tahu masalah, tahu apa yang kita harus kerjakan sekarang," ungkapnya.

Di sisi lain, Presiden membeberkan pembangunan negara kesejahteraan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial, tetapi juga lewat investasi besar pada pengembangan sumber daya manusia.

Pemerintah, kata Prabowo, terus memperluas program magang bagi lulusan baru, Sekolah Unggul Garuda, hingga berbagai skema beasiswa guna mencetak generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

Dengan fondasi perlindungan sosial yang kuat serta investasi berkelanjutan pada kualitas manusia, Prabowo optimistis Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi.

"Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya," tegas Presiden.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.