INTERNASIONAL

Presiden Prabowo Tegaskan RI Sahabat Dekat AS di Tengah Politik Nonblok

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menegaskan RI sahabat dekat AS di tengah politik Nonblok. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan erat dengan Amerika Serikat saat menghadiri Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tetap berpegang pada tradisi politik luar negeri nonblok, namun hal tersebut tidak menghalangi upaya mempererat persahabatan dengan negara mana pun.

“Kami selalu mencoba meyakinkan Amerika Serikat, bahwa Indonesia adalah teman sejati, meskipun secara politik kami memiliki tradisi politik luar negeri nonblok,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Hari Pertama Ramadan, Masyarakat Gaza dipenuhi Keterbatasan

Ia menilai hubungan bilateral yang kuat penting untuk mendorong kerja sama ekonomi, investasi, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Dalam forum tersebut, Prabowo juga memperkenalkan kebijakan luar negeri Good Neighbor Policy atau kebijakan bertetangga baik.

Strategi ini bertujuan memperkuat hubungan dengan negara-negara di sekitar Indonesia sekaligus memperluas kemitraan di Asia Timur dan kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Israel Bersikeras Tidak akan Mundur dari Gaza

“Saya bertekad untuk membina dan meningkatkan hubungan terbaik dengan semua tetangga di sekitar Indonesia, baik di kawasan sekitar kita maupun kawasan Asia Timur dan Indo-Pasifik yang lebih luas,” katanya.

Menurut Prabowo, stabilitas regional hanya dapat dicapai melalui dialog, kepercayaan, dan kerja sama lintas negara, bukan melalui rivalitas yang berkepanjangan.

Prabowo juga menegaskan filosofi diplomasi yang menjadi dasar kepemimpinannya, yakni membangun sebanyak mungkin kemitraan dan meminimalkan konflik.

Baca Juga: Pelatihan Karate hingga Gelar Layar Tancap, Misi Pasukan Perdamaian TNI Rangkul Masyarakat Kongo

Ia menyampaikan prinsip “seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak” sebagai landasan pendekatan Indonesia dalam politik luar negeri maupun domestik.

“Kerja sama, kolaborasi, dan kompromi pada akhirnya terbukti lebih bermanfaat dan menguntungkan bagi semua pihak. Kompetisi itu perlu, namun setelah kompetisi harus ada kerja sama,” imbuhnya.

Presiden menilai pendekatan tersebut penting untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia melalui kemitraan strategis dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.