Presiden Macron Setuju Kirim Artileri Modern ke Kyiv

Jakarta, IDM - Presiden Prancis Emmanuel Macron setuju untuk mengirim artileri modern ke Kyiv untuk membantu membendung serangan baru Rusia di Kiev, Ukraina Timur.
Macron mengatakan bahwa ia tidak akan masuk ke dalam konflik secara langsung dengan Rusia, tetapi ia akan memberikan bantuan kepada Ukraina semampunya.
"Kita harus memberikan bantuan maksimal kepada Ukraina," ujar Macron yang dikutip dari Associated Press, Rabu (27/4).
Artileri modern yang berjenis Meriam Caesar berkaliber 155 mm ini dapat menembakkan enam peluru per menit dan jangkauannya lebih dari 40 kilometer. Meriam Caesar yang dipasang di truk ini juga memungkinkan Ukraina menyerang pasukan Rusia secara langsung atau dari jauh.
Macron sendiri tidak menyebut jumlah pasti perihal pengiriman artileri ini. Namun, media Prancis Ouest-France menyebut bahwa sebanyak 12 Caesars akan dikirim dari gudang persenjataan Prancis dan 40 pasukan artileri Ukraina telah tiba di pusat pelatihan militer yang berlokasi di selatan Prancis.
“Awalnya kami agak enggan untuk menunjukkan apa yang disediakan. Tetapi, kami telah meningkatkan senjata dari minggu ke minggu, untuk menguji reaksinya,” ujar pensiunan Jenderal Dominique Trinquand, mantan kepala misi militer Prancis di PBB. (BFM)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































