Presiden Lebanon Tegaskan Penarikan Penuh Militer Israel jadi Prioritas Nasional

Jakarta, IDM – Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa mewujudkan penarikan penuh pasukan militer Israel dari wilayah negaranya tetap menjadi prioritas nasional.
“Jalan menuju penarikan penuh militer Israel tetap menjadi tuntutan nasional yang teguh, yang sedang diupayakan oleh negara Lebanon melalui negosiasi,” kata Aoun National News Agency (NNA) milik negara Lebanon, dikutip AA, Senin (25/5).
Baca Juga: Presiden Ukraina Ungkap Kemungkinan Perundingan dengan AS-Rusia akan Dilanjut
Pernyataan itu disampaikan saat Lebanon memperingati Hari Perlawanan dan Pembebasan, momen penarikan Israel dari Lebanon Selatan pada tahun 2000 setelah 22 tahun pendudukan.
Aoun mengatakan negosiasi dengan Israel, bukanlah tindakan konsesi atau penyerahan diri, tetapi mewakili upaya Lebanon untuk menegaskan hak kedaulatan untuk melindungi wilayah melalui lembaga militer dan keamanan negara.
Baca Juga: Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa, Malaysia Siap Gugat Israel ke Mahkamah Internasional
Adapun, Lebanon dan Israel telah melakukan tiga putaran perundingan tatap muka, yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) sejak pertengahan April. Tujuannya untuk membangun kesepakatan perdamaian jangka panjang.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April dan diperpanjang hingga awal Juli, operasi militer Israel terus berlanjut di Lebanon Selatan. Menurut Kementerian Kesepakatan Lebanon, lebih dari 3.100 orang tewas akibat bombardir Israel di Lebanon sejak 2 Maret. Israel mengklaim bahwa serangan ke Lebanon menargetkan Hizbullah.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































