Presiden Lebanon Sebut Serangan Israel Sebagai Bukti Enggan Akhiri Konflik

Jakarta, IDM – Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa tindakan Israel yang kembali meluncurkan serangan udara menunjukkan bahwa Pemerintahan Benjamin Netanyahu enggan menerapkan upaya untuk menghentikan konflik.
Pernyataannya muncul tak lama setelah serangan Israel menewaskan lima orang dan melukai 28 lainnya di Beirut selatan. Israel mengklaim bahwa serangan itu menargetkan Kepala Staf Hizbullah Ali Tabatabai.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Komitmen Dukungan Terhadap Perdamaian Permanen di Gaza
Melansir laman Kepresidenan Lebanon Presidency.gov.lb, Senin (24/11), Aoun menyebut serangan itu sebagai bukti Israel "menolak untuk melaksanakan resolusi internasional maupun semua inisiatif yang diajukan untuk mengakhiri eskalasi dan memulihkan stabilitas tidak hanya di Lebanon tetapi juga di seluruh kawasan."
Ia menekankan bahwa Lebanon telah mematuhi kesepakatan gencatan senjata selama hampir satu tahun dan telah berulang kali mengajukan inisiatif untuk menjaga ketenangan.
Baca Juga: Wamenhan RI Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Iran
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sekitar 331 orang tewas dan 945 orang terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku pada 27 November 2024. Misi penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL juga melaporkan lebih dari 10.000 pelanggaran udara dan darat yang dilakukan Israel. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































