Presiden Korut Beri Penghormatan Bagi Prajurit yang Bertempur Membantu Rusia

Jakarta, IDM – Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memberi penghormatan pada para prajurit yang ikut bertempur membantu Rusia menghadapi Ukraina.
Melansir KCNA, laman media Pemerintah Korut, Jumat (22/8), upacara penghormatan itu digelar bagi para prajurit yang gugur maupun mereka yang berhasil kembali ke Pyongyang. Anggota keluarga yang ditinggalkan turut menghadiri penghormatan tersebut.
"Semua prajurit operasi luar negeri yang telah melakukan prestasi besar dalam sejarah untuk kemakmuran dan kekuasaan negara adalah orang-orang hebat, pahlawan dan patriot hebat," kata Kim.

Kim menganugerahkan gelar 'Pahlawan Korut' kepada para komandan yang memimpin unit-unit tempur angkatan bersenjata serta para prajuritnya.

Baca Juga: Komandan PMPP TNI Pimpin Serah Terima Jabatan
Ia juga menganugerahkan gelar tersebut dan meletakkan medali di samping potret para martir, yang terpampang sekitar 100 potret. Namun, KCNA tidak menyebutkan apakah semua potret itu merupakan para prajurit yang gugur dalam konflik Rusia.
Pada April lalu, Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa sekitar 600 prajurit Korut telah gugur konflik Rusia dan lebih dari 4.000 lainnya terluka. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































