Presiden Korut Awasi Uji Coba Rudal Baru

Jakarta, IDM – Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menginspeksi langsung uji tembak rudal anti-pesawat jarak jauh baru ke Laut Timur, yang diklaim secara akurat mengenai target pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Satgas Yonmek TNI Konga Latihan Menembak, Perkuat Kesiapan Operasional
Melansir laman media Pemerintah Korut KCNA, Kamis (25/12), uji kekuatan luncur rudal anti-pesawat jarak jauh tipe baru itu telah dilakukan sehari sebelumnya oleh Badan Rudal Korut untuk menilai fitur taktis dan teknis.

Uji coba itu disebut sebagai bagian dari kegiatan rutin badan rudal dan lembaga penelitian senjata lainnya yang bertujuan untuk optimalisasi teknis. "Rudal yang diluncurkan secara akurat mengenai sasaran tiruan pada ketinggian 200 km," tulis KCNA.
Baca Juga: Presiden Ukraina Ungkap 20 Poin Proposal Damai dengan Rusia
"Ini adalah uji tembak pertama untuk memperkirakan fitur taktis dan teknis dari sistem rudal anti-pesawat jarak jauh ketinggian tinggi yang sedang dikembangkan," tutupnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































