Presiden AS: Rudal yang jatuh di Polandia Mungkin Bukan dari Rusia

Jakarta, IDM - Negara-negara anggota NATO dan G7 menggelar pertemuan darurat di sela-sela KTT G20 di Bali, Rabu (16/11). Biden mengungkapkan bahwa kemungkinan rudal yang menghantam Polandia bagian timur bukan berasal dari Rusia.
Dilansir dari Whitehouse.gov, Rabu (16/11), Biden mengatakan bahwa "Dilihat dari lintasan, itu (serangan rudal) mungkin bukan berasal dari Rusia.Tapi kita akan lihat nanti." Ia menyatakan tidak akan membuat klaim terlebih dahulu, sebelum benar-benar menyelidiki hasilnya.
Biden pun menegaskan komitmen dukungan AS dan sekutu dalam proses investigasi jatuhnya rudal yang menewaskan dua orang di Polandia bagian Timur. "Kami setuju untuk mendukung penyelidikan Polandia atas ledakan di pedesaan Polandia, dekat perbatasan Ukraina, dan mereka akan memastikan kami mengetahui apa yang terjadi," ujar Biden.
Baca: Polandia diserang Rudal, Uni Eropa akan Diskusi di Sela KTT G20
Hadir dalam pertemuan tersebut Pemimpin G7 yang terdiri dari Kanada, Italia, Prancis, Jerman, Inggris, AS, dan Jepang. Dua pemimpin Uni Eropa Charles Michel dan Ursula von der Leyen juga hadir, begitu pula perwakilan Belanda dan Spanyol. Di antara para pemimpin tersebut, hanya Jepang yang bukan anggota aliansi NATO. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































