Prancis Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Ukraina

Jakarta, IDM - Prancis mengirimkan bantuan senjata ke Ukraina dan akan mengirim lebih banyak lagi di awal tahun depan. Paket bantuan termasuk Howitzer Self-propelled Caesar dan sistem pertahanan udara Crotale.
Hal ini diungkapkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada televisi nasional TF1, dilansir France24, Rabu (21/12). Pernyataan ini diungkapkan sesaat setelah Presiden Ukraina Zelensky mengharapkan bantuan pertahanan udara tambahan dari sekutu untuk menghadapi serangan drone Rusia di musim dingin.
“Dalam beberapa hari terakhir, Prancis telah mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina, peluncur roket, Crotale (baterai pertahanan udara), peralatan melebihi apa yang telah kami lakukan,” ujar Macron.
Selain bantuan tersebut, Macron menekankan bahwa akan ada bantuan lainnya di awal tahun depan dan rencana tersebut sedang berada di tahap akhir untuk dikirim. Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung Ukraina mempertahankan kemerdekaan teritorialnya.
"Kami juga bekerja sama dengan menteri angkatan bersenjata (Sebastien Lecornu) untuk dapat mengirimkan senjata dan amunisi lagi pada kuartal pertama (tahun 2023), sehingga Ukraina dapat mempertahankan diri dari pengeboman," ujar Macron.
Baca: AS Kerahkan Jet Tempur ke Semenanjung Korea
Sejak invasi Rusia pada Februari, Prancis telah mengirimkan 18 unit Caesar ke Ukraina. Howitzer Caesar 155 m merupakan salah satu pertahanan udara canggih Prancis yang mampu menembakkan peluru pada jarak lebih dari 40 km. Selain Caesar, Prancis juga telah mengirimkan rudal anti-tank serta kendaraan lapis baja pengangkut personel. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































