Prajurit yang Gugur dan Luka Tergabung dalam Satgas Yonmek UNIFIL, TNI Tingkatkan Kewaspadaan

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI merilis empat prajurit yang menjadi korban ledakan artileri ke markas pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.
Dari empat prajurit tersebut, satu di antaranya gugur atas nama Praka Farizal Rhomadhon.
Sementara Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Konflik Israel-Hizbullah Tewaskan Prajurit UNIFIL, Sekjen PBB Beri Kecaman Keras
“Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Batalion Mekanis (Yonmek) XXIII-S/ United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL),” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangan pers, Senin (30/3).
Dua prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL.
Prajurit yang mengalami luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut,” tutur Kapuspen TNI melanjutkan.
Seiring dengan peningkatan eskalasi di Lebanon, TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan standard operating procedure (SOP) UNIFIL.
“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata Aulia.
Baca Juga: Iran Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
UNIFIL menyatakan, artileri menyasar markas pasukan perdamaian sekitar Adshit al-Qusayr di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang disiarkan Anadolu Ajansi, penembakan artileri oleh Israel itu menargetkan markas kontingen Indonesia yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Adshit al-Qusayr. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































