INTERNASIONAL

Prajurit Kedua UNIFIL Asal Prancis Tewas, Sekjen PBB Beri Kecaman Keras

Prajurit UNIFIL Prancis
Prajurit UNIFIL asal Prancis, Sergeant-Chef Florian Montorio yang gugur saat menjalankan misi di Ghanduriyah, Lebanon pada 18 April. (Foto: Dok. X/UNIFIL)

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyerukan pertanggungjawaban atas insiden berulang di Lebanon yang menewaskan beberapa prajurit penjaga perdamaian atau UNIFIL.

"Ini adalah salah satu dari beberapa insiden dalam beberapa minggu terakhir yang mengakibatkan kematian dan cedera serius pada penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL," kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric, melansir Un.org, Kamis (23/4).

Baca Juga: Iran Sebut Tindakan AS jadi Penyebab Kebuntuan Negosiasi

Ia menegaskan bahwa semua pihak harus menegakkan kewajiban berdasarkan hukum internasional khususnya dalam memastikan keselamatan dan keamanan para prajurit UNIFIIL. Serangan yang termasuk kejahatan perang itu harus segera dihentikan.

"Serangan terhadap penjaga perdamaian harus dihentikan. Ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006) dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang," imbuhnya.

Baca Juga: Inggris dan Puluhan Negara akan Bahas Langkah Militer Terkait Selat Hormuz

“Semua serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus segera diselidiki, dan mereka yang bertanggung jawab harus dituntut secara efektif dan dimintai pertanggungjawaban," tambahnya.

Hal itu ia ungkapkan setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi gugurnya prajurit UNIFIL bernama Anicet Girardin, yang dievakuasi ke Prancis untuk perawatan intensif setelah terluka dalam serangan di Lebanon pada 18 April lalu. Insiden yang menurut Macron didalangi Hizbullah itu juga menewaskan prajurit UNIFIL asal Prancis lainnya bernama Florian Montorio. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.