Prada Lucky Tewas Dianiaya, Ketua DPR RI: Jangan Sampai Terulang!

Jakarta, IDM – Ketua DPR RI Puan Maharani merespons soal kasus penganiayaan Prada Lucky Saputra Namo oleh prajurit TNI.
Puan menegaskan TNI harus melakukan evaluasi agar kejadian yang menimpa Prada Lucky tak terjadi lagi di masa mendatang.
“Ya hal tersebut tentu saja jangan sampai terulang lagi bahwa hubungan antara senior dan junior jangan kemudian didasarkan oleh tindak atau perilaku kekerasan,” tegas Puan, di Gedung DPR RI, Jakarta, yang dikutip Selasa (12/8).
Baca Juga: Rencana Evakuasi 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang, Anggota DPR: Perlu Ada Kejelasan Diplomatik
“Namun bagaimana saling hormat dan menghormati, saling menghargai dan menghargai,” tambahnya.
Puan juga mengemukakan penyelidikan harus terus dilakukan meski sudah ditemukan 20 prajurit jadi tersangka. Para pelaku, kata Puan, harus diproses secara adil dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Apa yang menjadi penyebab dan bagaimana nantinya harus diberikan hukuman jera yang sebaik-baiknya. Dan mekanisme yang ada harus dievaluasi jangan sampai terulang lagi,” tegas Puan.
Baca Juga: Kenaikan Pangkat Pimpinan Tiga Pasukan Khusus TNI, DPR Yakin akan Tingkatkan Performa
Diketahui, Prada Lucky Saputra Namo dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (6/8) setelah dirawat secara intensif di ICU RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.
Prada Lucky meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh sejumlah seniornya. Keluarga Prada Lucky pun menuntut agar para pelaku dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan atas Prada Lucky.
“Kami ingin agar para pelakunya dipecat dari TNI dan dihukum mati," ujar Lusi Namo Kakak Kandung Prada Lucky. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































