Polandia Buka Pelatihan Militer Baru, Terbuka bagi Semua Warga

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan Polandia meluncurkan program pelatihan militer baru 'wGotowości', yang berarti dalam keadaan siaga, dengan target melatih sekitar 100.000 warga hingga akhir tahun.
Dipicu oleh konflik Rusia-Ukraina, Polandia kini menjadi negara dengan jumlah personel militer terbanyak ketiga di NATO, di bawah Amerika Serikat (AS) dan Turki, dengan total sekitar 216.000 personel. Polandia juga berencana untuk menambah anggaran pertahanan menjadi 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz menuturkan bahwa program ini melatih kemampuan keamanan dasar, pelatihan bertahan hidup, instruksi medis, dan siber. Bentuk pelatihan untuk ndividu maupun kelompok.
Baca Juga: PT PAL-Rusia Perkuat Sinergi Pertahanan dan Maritim
"Kita harus memiliki keterampilan dan pengetahuan praktis tentang bagaimana berperilaku dalam situasi sulit. Kita hidup di masa paling berbahaya sejak berakhirnya Perang Dunia II. Perang skala penuh telah berkecamuk di luar perbatasan kita selama hampir empat tahun," ujarnya saat meluncurkan program ini, melansir laman Pemerintah Polandia Gov.pl, Kamis (6/11).
"Semua ini telah mendorong kami untuk bekerja sangat intensif selama enam bulan terakhir… dalam sebuah program bersejarah Polandia – pelatihan pertahanan sukarela universal," sambungnya.
Program ini akan bersifat sukarela dan terbuka untuk semua warga negara - mulai dari anak sekolah hingga lansia. Pada bulan November dan December, total warga yang dilatih ditargetkan mencapai 100.000 orang.
"Pada bulan November dan Desember, seperti yang disampaikan Menhan, kami akan melatih sekitar 20.000 orang melalui pelatihan individu. Namun, total pelatihan pada bulan November dan Desember, di semua jenis pelatihan, akan mencapai sekitar 100.000 orang," kata Wakil Menhan Polandia Cezary Tomczyk.
Baca Juga: Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Temukan UXO saat Patroli
Sementara, Kepala Staf Umum Polandia Wieslaw Kukula, menyatakan dua tujuan program itu adalah untuk memperkuat ketahanan warga dan masyarakat, serta meningkatkan ketersediaan, kesiapan, dan kapasitas cadangan.
Program ini terbagi menjadi dua yakni ketahanan dan cadangan. Jalur "Ketahanan" diperuntukkan bagi semua warga Polandia yang tidak memiliki latar belakang militer tetapi ingin belajar bagaimana merespons situasi krisis dan meningkatkan rasa aman mereka. Pelatihan ini memungkinkan mereka memperoleh keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari – mulai dari pertolongan pertama, prinsip-prinsip bertahan hidup, hingga keamanan siber.
Di sisi lain, jalur "Cadangan" diperuntukkan bagi mereka yang ingin berlatih secara sukarela dalam sistem pertahanan nasional – tanpa perlu dinas militer profesional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































