INTERNASIONAL

Perundingan Damai Rusia-Ukraina Hari Pertama Berlangsung Produktif

Perundingan damai Rusia-Ukraina
Perundingan damai Rusia-Ukraina yang dimediasi AS di Abu Dhabi pada Rabu, 4 Februari 2026. (Foto: Dok. X/Rustem Umerov)

Jakarta, IDM – Delegasi Ukraina dan Rusia telah melakukan perundingan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) di Abu Dhabi dan dijadwalkan untuk berunding kembali pada hari ini.

Kepala delegasi Ukraina Rustem Umerov, menggambarkan negosiasi itu substantif dan produktif. Perundingan akan dilanjut pada hari kedua, meskipun tidak ada kemajuan signifikan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Baca Juga: 3.167 WNI Minta Pulang Setelah Keluar dari Sindikat Scam Kamboja

"Setelah pertemuan trilateral di Abu Dhabi, proses negosiasi berlanjut hari ini dalam format kelompok kerja. Pekerjaan tersebut substantif dan produktif, berfokus pada langkah-langkah konkret dan solusi praktis," tulis Umerov melalui platform X, dikutip pada Kamis (5/2).

Setelah pertemuan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa sangat penting agar perundingan trilateral menghasilkan hal konkret dan ia mengantisipasi pertukaran tawanan dilakukan dalam waktu dekat.

“Rakyat Ukraina harus merasa bahwa situasi benar-benar bergerak menuju perdamaian dan berakhirnya perang, bukan menuju Rusia yang memanfaatkan segalanya untuk keuntungannya dan melanjutkan serangan,” kata Zelensky melansir laman Kepresidenan Ukraina President.gov.ua.

Sementara, Juru Bicara Kementrian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova menekankan bahwa tuntutan Ukraina atas pengerahan pasukan Sekutu sebagai penjamin keamanan di wilayahnya tidak dapat diterima.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tempuh Jalur Realistis soal Gaza, Board of Peace Dinilai Paling Masuk Akal

Kremlin mengatakan bahwa “pintu untuk penyelesaian damai terbuka,” tetapi Moskow akan melanjutkan serangan militernya sampai Kyiv menyetujui tuntutannya.

"Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa pengerahan pasukan Barat di wilayah Ukraina, di bawah bendera apa pun, akan menimbulkan ancaman bagi keamanan kami. Kami akan menganggap pasukan ini sebagai sasaran militer yang sah," katanya melansir laman Kemlu Rusia Mid.ru. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.