Perundingan Damai Putaran Ketiga, Rusia-Ukraina Belum Sepakati Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Rusia dan Ukraina menggelar perundingan damai putaran ketiga di Turki pada Rabu (23/7) malam waktu setempat dan sepakat untuk kembali melakukan pertukaran tawanan. Namun, keduanya belum menyepakati ketentuan untuk gencatan senjata.
Vladimir Medinsky, dan Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov, masing-masing memimpin delegasi Rusia dan Ukraina. Perundingan tertutup selama 40 menit itu juga dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.
Baca Juga: Serangan Israel Tewaskan Satu Keluarga Gaza yang Kelaparan Saat Tertidur
Setelah perundingan, Umerov mengungkapkan bahwa Ukraina terus menekankan pentingnya gencatan senjata penuh dan tanpa syarat.
"Gencatan senjata penuh dan tanpa syarat – termasuk penghentian total semua serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur penting. Ini adalah langkah penting untuk memulai diplomasi yang bermakna," ujarnya melalui platform X, Kamis (24/7).
Baca Juga: Rusia Ingin Perundingan Damai dengan Ukraina Berlangsung Pekan Ini
Ia juga mengusulkan kepada Rusia untuk menggelar pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada akhir Agustus, yang turut melibatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selaku mediator.
Sementara, Medinsky mengatakan kedua pihak sepakat untuk menukar masing-masing 1.200 tawanan perang. Ia mengusulkan pembentukan tiga kelompok kerja daring dengan Ukraina untuk menangani masalah politik, kemanusiaan, dan militer. Ia pun meminta Ukraina untuk gencatan senjata selama 24-48 jam di sepanjang garis kontak. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































