INTERNASIONAL

Pertama Kali, Indonesia Berhasil Dorong Resolusi Akses Gizi Anak di Dewan HAM PBB

Anak Sekolah Dasar
Anak Sekolah Dasar Menikmati Makan Siang Bergizi. (DM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan mendorong resolusi pertama tentang akses anak terhadap makanan bergizi sejak Dewan HAM PBB berdiri.

Melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Kamis (8/10), resolusi yang diusulkan Indonesia tentang akses anak terhadap makanan bergizi itu berhasil diadopsi pada Sidang ke-63 Dewan HAM PBB pada 6 Oktober 2026 di Jenewa.

Baca Juga: Hamas Bantah Gunakan Rumah Sakit untuk Aktivitas Militer

Resolusi berjudul "Enhancing equal access of children to adequate nutritious food" tersebut disepakati oleh seluruh anggota Dewan HAM PBB, dengan dukungan lebih dari 80 negara dari berbagai kawasan. Bangladesh, Brasil, Kuba, Finlandia, Prancis, dan Rwanda bergabung bersama Indonesia dalam kelompok pengusul (core group).

Indonesia menekankan bahwa memastikan gizi anak terpenuhi adalah bagian dari hak asasi manusia. Saat ini, masih ada ratusan juta anak di berbagai negara yang mengalami kekurangan gizi. Dampaknya tidak main-main: pertumbuhan terhambat, prestasi belajar menurun, dan hak-hak anak lainnya ikut terpengaruh. Jika tidak ditangani, dampak ini bisa berlanjut hingga generasi berikutnya.

Melalui resolusi ini, negara-negara didorong untuk memperkuat kebijakan dan program agar memastikan semua anak bisa memperoleh makanan bergizi secara setara. Salah satu fokus utamanya adalah penyediaan makanan bergizi di sekolah, yang tidak hanya mendukung kesehatan anak tetapi juga proses belajar dan perkembangan mereka.

Resolusi ini juga memberi perhatian khusus pada pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui, perlindungan anak dalam situasi konflik dan keadaan darurat kemanusiaan, serta penguatan kerja sama internasional, terutama untuk membantu negara berkembang yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan kapasitas dalam menangani malnutrisi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Indonesia selama perundingan. Indonesia terus mengedepankan dialog dan menjembatani berbagai pandangan negara anggota, sehingga resolusi ini bisa diterima semua anggota Dewan HAM PBB tanpa keberatan.

Baca Juga: Tiga Tahun Konflik Gaza, PBB Serukan Israel-Hamas Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata

Adopsi resolusi ini memperkuat peran dan kontribusi Indonesia dalam mendorong pemajuan hak anak serta pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya di tingkat internasional. Resolusi tersebut juga menegaskan pentingnya melihat pemenuhan gizi anak sebagai agenda bersama yang membutuhkan komitmen dan langkah nyata di tingkat nasional, sekaligus dukungan melalui kerja sama internasional.

Pencapaian ini juga memperkuat kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB, di mana Indonesia saat ini dipercaya memegang Presidensi, sebuah amanah yang menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong dialog, kerja sama, dan pemajuan hak asasi manusia di tingkat global.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.