Perkuat Perbatasan, Polandia Siap Kirim 2.000 Tentara ke Perbatasan Belarus

Jakarta, IDM - Polandia akan mengirim sekitar 2.000 tentara untuk memperkuat perbatasan timurnya dengan Belarus. Langkah itu dilakukan untuk mengatasi peningkatan jumlah migran ilegal dan mengantisipasi potensi ancaman usai kelompok tentara bayaran Wagner pindah ke negara sekutu Rusia tersebut.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Polandia telah menyetujui permintaan otoritas penjaga perbatasan untuk mengerahkan lebih banyak pasukan tambahan. Seluruh tentara itu dijadwalkan akan mulai aktif bertugas di sekitar perbatasan Belarus pada dua minggu mendatang.
Baca Juga: Sambut HUT RI ke-78, Anak-Anak Bersama Satgas Yonif MR 411 Kostrad Kibarkan Bendera Merah Putih
"Kami menyadari ancaman yang terjadi di wilayah bagian timur. Kami tahu bahwa kelompok Wagner telah dipindahkan ke Belarusia. Hasilnya, kami memperkuat perbatasan timur Polandia," tulis Kemhan Polandia melansir Platform X resminya pada Kamis (10/8).
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Dalam Negeri Polandia Maciej Wasik mengatakan bahwa tentara tambahan untuk di perbatasan itu akan berjumlah mencapai 2000 personil. "Penguatan ini bukan 1.000, tapi 2.000 tentara," kata Wasik.
Baca Juga: Kembangkan Drone Lokal, Arab Saudi Kerja Sama dengan Industri Pertahanan Turki
Sebelumnya, Polandia telah memperingatkan tentang ancaman provokatif dari Belarus dan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh kelompok tentara bayaran Wagner yang berbasis di sana berdasarkan kesepakatan dengan Presiden Alexander Lukashenko. Kesepakatan itu diraih sebagai upaya meredam konflik setelah Wagner berupaya menggulingkan pejabat militer Rusia pada 24 Juni lalu.
Selain itu, Polandia juga mengalami peningkatan jumlah migran ilegal terutama dari Timur Tengah dan Afrika. Bahkan, Belarusia dituduh sengaja mengirim para migran ilegal melintasi perbatasan ke Polandia untuk menimbulkan ketidakstabilan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































