Perkuat Biosekuriti, Indonesia-AS Gelar Latihan Deteksi Penyakit

Jakarta, IDM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan Amerika Serikat (U.S. Defense Threat Reduction Agency/DTRA) menyelenggarakan program pelatihan manajemen biorisiko, deteksi penyakit, investigasi wabah, dan keselamatan laboratorium di Rumah Sakit Angkatan Darat Putri Hijau, Medan.
Pelatihan yang dipimpin oleh para ahli dari AS pada 22 sampai 25 Juli itu bertujuan untuk membekali tenaga kesehatan TNI dengan keterampilan mutakhir, yang berfokus pada peran laboratorium dalam mendeteksi dan menangani ancaman penyakit menular.
Baca Juga: TNI AU dan RAAF Berencana Gelar Latma Rajawali Ausindo 2025
“Kami senang dapat bekerja sama dengan rekan-rekan Indonesia di Putri Hijau dalam misi yang sangat penting ini. Pelatihan ini mencerminkan kerja sama erat antara militer AS dan Indonesia dalam melindungi kesehatan manusia melalui penguatan biosekuriti dan kesiapsiagaan," ujar Kaitlin Mooney, Ahli Senior dari Sandia National Laboratories, melansir keterangan resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia, Senin (28/7).
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya integrasi aktivitas laboratorium ke dalam upaya biosurveilans selama kejadian terkait kesehatan masyarakat secara real-time. Sebanyak 16 personel laboratorium militer dari unit kesehatan TNI di Sumatera Utara mengikuti latihan tersebut.
Baca Juga: Heroik, Prajurit Kopassus Serka Edi Sutono Selamatkan Nyawa Tentara Filipina di Udara
"Kami mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang diselenggarakan oleh DTRA AS. Semoga pelatihan ini berkelanjutan dan terus mendukung kemajuan unit kesehatan di lingkungan TNI," kata Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal dr. Sugiarto.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kerja sama multi-tahun antara DTRA dan TNI, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan Indonesia melalui pengembangan kapasitas dan kerja sama teknis. DTRA sebelumnya telah menyelenggarakan pelatihan serupa di Rumah Sakit TNI AU Salamun di Bandung dan Rumah Sakit TNI AL Mintoharjo di Jakarta pada bulan lalu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































