TNI AU dan RAAF Berencana Gelar Latma Rajawali Ausindo 2025

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force) berencana untuk menggelar latihan bersama (Latma) Rajawali Ausindo 2025.
"Latma Rajawali Ausindo merupakan latihan rutin antara Skadron Udara 31 TNI AU dan Skadron 37 RAAF yang mengoperasikan pesawat C-130J," tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya dikutip Senin (28/7).
Baca Juga: Heroik, Prajurit Kopassus Serka Edi Sutono Selamatkan Nyawa Tentara Filipina di Udara
Kedua skadron tersebut memiliki kerja sama sebagai 'Sister Squadron' dalam mendukung interoperabilitas dan pertukaran pengalaman operasional serta pemeliharaan pesawat.
Pada tahun ini, Latma Rajawali Ausindo dijadwalkan untuk digelar di Lanud Sam Ratulangi Manado dan Lanud Leo Wattimena Morotai.

Kedua angkatan udara akan berfokus untuk meningkatkan kapabilitas serta profesionalisme dalam penanggulangan bencana alam (Humanitarian Assistance and Disaster Relief).
Adapun materi latihan meliputi penerjunan logistik dengan Container Delivery System (CDS) dan evakuasi medis udara.
Baca Juga: Dua Komandan Kapal Selam TNI AL Berganti
Sebagai salah satu bentuk persiapan latihan bersama, delegasi TNI AU dan RAAF menggelar Initial Planning Conference (IPC) di RAAF Base Glenbrook, Australia, pada 22 hingga 24 Juli 2025.
IPC ditutup dengan penandatanganan Minutes of Meeting oleh pimpinan delegasi kedua angkatan udara sebagai langkah awal menuju suksesnya Latma Rajawali Ausindo 2025. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































