Perdana Menteri Israel Tak Ingin Gencatan Senjata Permanen Jika Hamas Masih Berkuasa

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menyepakati gencatan senjata permanen di Gaza sampai kemampuan militer dan pemerintahan Hamas dihancurkan.
“Kondisi Israel untuk mengakhiri perang tidak berubah: penghancuran kemampuan militer dan pemerintahan Hamas, pembebasan semua sandera dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel,” kata Netanyahu melansir Reuters, Senin (3/6).
Baca Juga: Badan Intelijen AS Sebut Puing-puing Rudal Korut Ditemukan di Rusia
Ia kembali menekankan, hal itu merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi jika ingin tercipta suatu gencatan senjata yang permanen. Militer Israel pun kini kembali melakukan serangkaian serangan di Rafah, bagian selatan Gaza.
“Israel akan terus bersikeras bahwa syarat-syarat ini harus dipenuhi sebelum gencatan senjata permanen diberlakukan,” ujarnya.
Baca Juga: Korut akan Berhenti Kirim Balon Pembawa Sampah ke Korsel, Ini Alasannya
Melansir Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah warga sipil yang tewas akibat perang di Gaza mencapai 36.439 orang. Sebanyak 82.627 orang lainnya terluka sejak serangan Israel pada 7 Oktober, sementara ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan dan diperkirakan tewas. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































