INTERNASIONAL

Pejabat NATO Peringatkan Stok Amunisi Eropa yang Menipis

Ilustrasi Howitzer 155 mm.
Ilustrasi Howitzer 155 mm. (Foto: Dok. Army.mil)

Jakarta, IDM - Pejabat militer NATO memperingatkan bahwa persediaan amunisi Eropa semakin menipis karena sekutu Barat terus mengirimkan bantuan militer dalam jumlah besar ke Ukraina untuk menangkis serangan Rusia.

Dilansir dari VOA, pernyataan itu diungkapkan oleh Laksamana Rob Bauer selaku Ketua Komite Militer NATO. Menurutnya, negara-negara Eropa perlu meningkatkan produksi persenjataan dengan lebih cepat di tengah konflik Rusia-Ukraina yang memasuki bulan ke-20.

“Kami sekarang memberikan sistem persenjataan dan amunisi ke Ukraina tetapi tidak dari gudang yang penuh. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan produksi dalam tempo lebih cepat dan volume yang besar,” kata Bauer.

Baca Juga: Turki Tangkap Puluhan Orang Terduga Kelompok Teroris

Lebih lanjut, Bauer menyerukan negara-negara Eropa untuk bekerja sama menyusun dukungan berkelanjutan yang tidak hanya berkaitan dengan dana, tetapi juga regulasi politik. Sebab, sangat penting untuk memperhatikan ketersediaan senjata yang memenuhi batas minimum.

“Sebelum perang, anggaran pertahanan sudah meningkat tetapi industri pertahanan tidak meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini menyebabkan harga menjadi lebih tinggi," jelasnya.

Pasukan Ukraina menembakkan ribuan peluru artileri setiap hari, yang sebagian besar amunisi dipasok oleh sekutu Barat. Beberapa anggota NATO juga telah mengirim tank, kendaraan lapis baja, sistem pertahanan udara, serta serangkaian perangkat keras militer lain pada Ukraina.

Baca Juga: AS Kirim Amunisi Sitaan dari Iran ke Ukraina

Sementara, Simona Soare selaku mantan penasihat pertahanan Uni Eropa, menilai upaya pengadaan senjata di Eropa masih belum setara dengan tingkat permintaan. Jika ingin pengadaan yang lebih cepat tetapi tetap memasok ke Ukraina, menurutnya harus ada kerja sama konkrit antara pemimpin politik dan militer.

"Masih banyak yang dapat dilakukan untuk mengomunikasikan bahwa upaya bantuan ini benar. Tetapi bukan lonjakan pengadaan sementara, melainkan upaya berkelanjutan dan jangka panjang," ujar Soare. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.