PBB Siap Bantu Kolombia Pascagempa Magnitudo 7,4

Jakarta, IDM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus berkoordinasi dengan otoritas nasional dan badan penanggulangan bencana Kolombia untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat yang terdampak gempa.
Gempa bermagnitudo 7,4 terjadi pada Senin (10/8), sekitar pukul 07.34 waktu setempat, dengan episentrum di dekat San José del Palmar. Guncangan gempa terasa di sebagian besar wilayah Kolombia serta di negara-negara tetangga, termasuk Panama, Ekuador, dan Venezuela.
Baca Juga: PBB Kecam Serangan Israel yang Terus Berlanjut
Melansir New.un.org, Selasa (11/8), Koordinator Residen PBB di Kolombia María José Torres Macho menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim untuk menilai situasi di wilayah terdampak dan bertemu otoritas terkait guna mengidentifikasi kebutuhan serta bantuan apa yang dapat dikerahkan.
Otoritas Kolombia pun terus melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan seiring dengan meningkatnya jumlah korban jiwa. Laporan awal menunjukkan bahwa terdapat warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan rumah maupun bangunan lainnya.
Hingga kini tercatat 1.575 rumah mengalami kerusakan dan 37 rumah hancur total, sementara 61 bangunan runtuh. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada 18 pusat layanan kesehatan dan 52 fasilitas pendidikan. Terbatasnya akses komunikasi di beberapa daerah pedesaan menyulitkan penilaian dampak secara menyeluruh, sehingga skala kerusakan belum dapat dipastikan.
Tragedi ini terjadi hanya tiga hari setelah pelantikan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, yang menyatakan darurat nasional dan prioritas utama adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Baca Juga: Terkait Hormuz, Perundingan Iran-Oman Berlangsung Konstruktif
Sejumlah Badan PBB pun telah menyatakan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak dan siap memberi bantuan, sembari menunggu izin resmi dari pemerintah. Di antara yang telah menyatakan kesiapannya termasuk Program Pangan Dunia (World Food Program/WFP), Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (Pan American Health Organization/PAHO) hingga Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM).
Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UN High Commissioner For Refugees/UNHCR) juga menyatakan siap memberi bantuan terhadap warga terdampak melalui koordinasi dengan pihak berwenang serta para mitra.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































