PBB Sepakati Resolusi agar Rusia Hentikan Invasi

Jakarta, IDM – Majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui resolusi tidak mengikat yang menyerukan Rusia untuk mengakhiri konfliknya di Ukraina sekaligus menarik kembali seluruh pasukannya. Resolusi ini menjadi pesan tegas untuk dari PBB seiring dengan sanksi yang terus ditambah terhadap Rusia.
Dilansir dari UN, Jumat (24/2), pemungutan suara untuk resolusi ini disetujui sebanyak 141, ditolak 7 negara sedangkan 32 negara memilih abstain. Resolusi ini tidak mengikat secara hukum, tidak seperti resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan, yang telah dilumpuhkan fungsinya sebagai penjaga keamanan dunia karena hak veto Rusia. Tetapi, hasil dari resolusi ini tetap berfungsi sebagai barometer opini global.
“Rusia harus segera, sepenuhnya dan tanpa syarat menarik semua pasukan militernya dari wilayah Ukraina dan menghentikan konflik,” bunyi kesepakatan resolusi tersebut.
Menteri luar negeri dan diplomat dari lebih 75 negara-negara anggota PBB berpidato dan berdebat selama dua hari di markas besar PBB, Amerika Serikat. Sebagian besar mendukung resolusi yang menjunjung integritas teritorial Ukraina, sekaligus prinsip dasar Piagam PBB yang harus diikuti oleh semua negara ketika mereka bergabung dengan organisasi global tersebut.
Baca: Kekurangan Senjata, Rusia Mulai Gunakan Ranpur Era Uni Soviet
Tujuh negara yang memberikan suara menentang resolusi itu adalah Belarusia, Nikaragua, Rusia, Suriah, Korea Utara, Eritrea, dan Mali, yang memiliki hubungan militer cukup erat dengan Rusia.
“Sebanyak 141 negara anggota PBB memperjelas bahwa Rusia harus mengakhiri agresi ilegalnya. Integritas teritorial Ukraina harus dipulihkan. Satu tahun setelah rusia meluncurkan invasi skala penuh, dukungan global untuk ukraina tetap kuat,” tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di akun twitternya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































