PBB: Rusia Telah Halangi Bantuan untuk Korban Banjir Bendungan Kakhovka

Jakarta, IDM - Rusia dilaporkan telah menolak bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bagi masyarakat sipil yang terdampak banjir dari bendungan Kakhovka di daerah yang berada di bawah kontrol pasukan Rusia.
Bendungan Kakhovka yang hancur pada beberapa waktu lalu itu melepaskan gelombang banjir dari Sungai Dnipro ke pemukiman masyarakat di seluruh Ukraina selatan termasuk bagian wilayah Kherson yang diduduki Rusia.
Sebanyak ratusan rumah rusak dan 16.000 orang harus dievakuasi. Banjir juga telah mencemari pasokan air minum dan berpotensi merusak ekosistem.
Baca Juga: Ukraina Klaim Berhasil Rebut Delapan Wilayah dari Pasukan Rusia
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (30/6), PBB berupaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak banjir. Namun, Rusia disebut telah menghalangi jalur logistik dan menolak bantuan PBB di Kherson.
PBB pun mendesak Rusia untuk bertindak sesuai dengan kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional.
“PBB akan terus melakukan semua yang dapat dilakukan untuk menjangkau semua orang termasuk mereka yang menderita akibat penghancuran bendungan beberapa waktu lalu," kata Denise Brown, koordinator kemanusiaan PBB untuk Ukraina.
Baca Juga: Helikopter Apache Israel Serang Kamp Palestina, 5 Orang Tewas
"Mereka sangat membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan nyawa, di mana pun mereka berada. Bantuan ini tidak dapat ditolak karena banyak orang membutuhkannya," tambahnya.
Hingga kini, korban tewas akibat bencana tersebut telah meningkat menjadi 52 orang. Sementara, lebih dari 11.000 orang telah dievakuasi dari kedua belah pihak. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































