PBB: Butuh Ratusan Truk Bantuan Setiap Hari untuk Akhiri Kelaparan di Gaza

Jakarta, IDM – Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA mengatakan bahwa skala kebutuhan di Jalur Gaza begitu besar sehingga butuh ratusan truk pembawa pasokan bantuan masuk setiap hari demi atasi kelaparan.
"Kebutuhan di dalam Gaza sedemikian rupa sehingga harus ada ratusan dan ratusan dan ratusan dan ratusan dan lebih banyak lagi truk. Tidak hanya setiap hari, tidak hanya setiap minggu, tetapi selama berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun mendatang," kata juru bicara OCHA Jens Laerke di Jenewa, melansir AA, Rabu (6/8).
Baca Juga: Perkuat Sisi Timur NATO, Jerman Kerahkan Pesawat Tempur ke Polandia
Menyoroti sedikitnya jumlah bantuan yang baru-baru ini mencapai Gaza, Laerke menyampaikan jumlahnya tidak proporsional dengan kebutuhan masyarakat. Ia mengungkapkan, terdapat ribuan ton pasokan bantuan yang mengantri untuk masuk ke Jalur Gaza.
"Kami memiliki ribuan ton bantuan, termasuk bantuan pangan, yang berada tepat di luar Gaza. Bantuan ini telah dibayar oleh para donatur, dan para donatur berharap bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada orang-orang yang membutuhkan, dan itu adalah tugas kami. Namun, kami tidak mendapatkan fasilitasi yang kami butuhkan," ujarnya.
Baca Juga: Terus Bertambah, Korban Tewas Warga Palestina Tembus 60.000 Jiwa
Di tengah serangan Israel dan blokade ketat yang membatasi akses kemanusiaan, Gaza mengalami krisis kelaparan, kekurangan air, obat-obatan dan perlengkapan sanitari.
Sekitar 2 juta warga Gaza terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat yang penuh sesak dengan toilet yang tidak memadai dan resiko penyebaran penyakit. Kematian akibat kelaparan khususnya di kalangan anak-anak pun terus meningkat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































