Pasukan Israel Mulai Operasi Darat Terhadap Hizbullah di Lebanon

Jakarta, IDM – Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengatakan telah memulai operasi darat di Lebanon bagian selatan pada Selasa (1/10). Serangan itu diklaim dilakukan secara 'terlokalosasi dan terarah' terhadap Hizbullah.
Menurut IDF, operasi itu dilakukan di wilayah perbatasan karena menimbulkan ancaman langsung terhadap masyarakat Israel.
Baca Juga: Israel Gunakan Bom Seberat 900 Kg untuk Serang Pemimpin Hizbullah
"Sesuai dengan keputusan eselon politik, beberapa jam yang lalu, IDF memulai serangan darat terbatas, terlokalisasi, dan terarah berdasarkan intelijen akurat terhadap target dan infrastruktur teroris Hizbullah di Lebanon selatan," tulis IDF melalui platform X, pada Selasa (1/10).
"Target-target ini terletak di desa-desa yang dekat dengan perbatasan dan menimbulkan ancaman langsung terhadap komunitas Israel di Israel utara," tambahnya.
IDF tidak menjelaskan secara rinci berapa lama operasi darat yang bertajuk 'Northern Arrows' itu akan berlangsung. Namun, menyebutkan bahwa mereka telah berlatih dan bersiap selama berbulan-bulan untuk melakukan serangan tersebut.
"Angkatan Udara Israel dan Artileri IDF mendukung pasukan darat dengan serangan akurat terhadap target militer di daerah tersebut. IDF beroperasi sesuai dengan rencana metodis yang ditetapkan oleh Staf Umum dan Komando Utara yang telah dilatih dan dipersiapkan oleh para prajurit IDF dalam beberapa bulan terakhir," katanya.
Baca Juga: Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Rusia Peringatkan Risiko Eskalasi Konflik Regional
"Operasi-operasi ini telah disetujui dan dilaksanakan sesuai dengan keputusan eselon politik. Operasi 'Northern Arrows' akan terus berlanjut sesuai dengan penilaian situasi dan sejalan dengan pertempuran di Gaza dan di arena-arena lainnya," jelasnya.
Konflik Israel dan Hizbullah telah mengakibatkan puluhan ribu orang di Israel dan Lebanon mengungsi. Israel menegaskan, akan terus menyerang Hizbullah demi melindungi warga Israel khususnya di bagian utara, wilayah perbatasan dengan Lebanon. Sedangkan, Hizbullah menyatakan akan terus meluncurkan roket ke Israel hingga terwujudnya gencatan senjata di Gaza. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































