INTERNASIONAL

Pasukan Israel Kembali Porak-Porandakan Gaza Saat Mesir Bertemu Hamas

Pasukan Israel
Pasukan Israel kembali melakukan serangan dengan cara mengebom rumah-rumah di wilayah timur Kota Gaza. (Foto: Dok. X/EyeonPalestine)

Jakarta, IDM – Pasukan Israel kembali melakukan serangan dengan cara mengebom rumah-rumah di wilayah timur Kota Gaza. Sedikitnya 11 orang tewas akibat tembakan udara dan tank.

Serangan itu muncul ketika kelompok Islamis Palestina, Hamas, berdialog dengan Mesir dan mengatakan kesiapannya untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata.

Warga dan petugas medis menyebut delapan orang tewas ketika tembakan tank Israel mengenai sebuah rumah di lingkungan Zeitoun. Sementara seorang pria tewas dalam serangan udara terhadap sebuah bangunan di pinggiran kota Shejaia di dekatnya. Dua orang lainnya tewas dalam tembakan tank di Tuffah, pinggiran kota ketiga Kota Gaza.

Baca Juga: Dorong Kesehatan Mental Perempuan, Wan TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Konseling Psikologi

Otoritas kesehatan setempat menuturkan mereka menerima panggilan darurat dari keluarga-keluarga yang terjebak di wilayah Zeitoun, termasuk dari orang-orang yang terluka, dan tak mendapatkan ambulans.

"Ledakan terjadi hampir tanpa henti di wilayah Gaza timur, terutama Zeitoun dan Shejaia. Pendudukan (Israel) sedang menghancurkan rumah-rumah di sana, seperti yang kami dengar dari beberapa teman yang tinggal di dekatnya," kata Ismail, 40 tahun, dari Kota Gaza, kepada Reuters, Jumat (15/8).

“Di malam hari, kami berdoa untuk keselamatan kami sementara suara ledakan semakin keras dan dekat. Kami berharap Mesir dapat mengamankan kesepakatan gencatan senjata sebelum kami semua mati," ucapnya.

Lebih dari 22 bulan setelah serangan militer Israel di Gaza, penduduk juga bergulat dengan krisis kelaparan yang semakin parah.

Baca Juga: Gelar Latma Gabungan dengan Rusia, Belarus Tekankan Transparansi

Kementerian Kesehatan Gaza menerangkan ada empat warga meninggal karena kelaparan dan kekurangan gizi dalam 24 jam terakhir.

Sehingga total korban tewas menjadi 239 orang, termasuk 106 anak-anak, sejak perang dimulai.

Di sisi lain, Israel membantah angka malnutrisi dan kelaparan yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza.

Israel mengeklaim berencana akan merebut Kota Gaza pada beberapa minggu ke depan.

Dalam upaya mencegah eskalasi militer yang direncanakan, Mesir menghidupkan kembali desakan gencatan senjata di Gaza.

Baca Juga: Akan Bertemu Putin, Trump Peringatkan Konsekuensi Jika Tidak Setuju Akhiri Konflik di Ukraina

Hal itu dilakukan dengan menjamu delegasi Hamas yang dipimpin oleh kepala negosiator kelompok tersebut, Khalil Al-Hayya.

Ia mengatakan kepada para mediator di Kairo bahwa Hamas siap melanjutkan perundingan gencatan senjata untuk mencapai gencatan senjata sementara.

Hamas juga terbuka untuk membahas kesepakatan komprehensif yang akan mengakhiri perang. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.