Pakistan Deklarasikan Perang Terbuka dengan Afghanistan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengatakan bahwa negaranya tengah 'perang terbuka' dengan Afghanistan, setelah melakukan serangkaian serangan udara termasuk ke wilayah Kabul pada beberapa waktu lalu.
"Kesabaran kami telah habis. Sekarang perang terbuka kami dengan Anda akan menjadi pertempuran berdarah," kata Menhan Pakistan Khawaja Muhammad Asif setelah serangan tersebut, melansir platform X miliknya, Jumat (27/2).
Baca Juga: Indonesia Kecam Perluasan Pemukiman Ilegal Israel
Serangan itu terjadi setelah Taliban Afghanistan melakukan serangan terhadap pos-pos militer Pakistan di dekat perbatasan pada Kamis (27/2) malam waktu setempat. Kedua pihak telah bersitegang selama berbulan-bulan, meskipun telah menyepakati gencatan senjata pada Oktober tahun lalu.
Melansir Al Jazeera, juru bicara militer Pakistan mengatakan bahwa 228 anggota Taliban telah tewas dan 314 terluka dalam serangan tersebut. Sekitar 74 pos Taliban pun hancur serta 18 lainnya direbut.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan MBZ Perkuat Hubungan Bilateral Menuju Kemitraan Strategis Baru
Sementara, juru bicara Taliban mengatakan 55 tentara Pakistan telah tewas dan 19 pos militer berhasil direbut. Ia menambahkan bahwa delapan anggota Taliban tewas, 11 terluka, dan 13 warga sipil terluka di provinsi Nangarhar. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































