Negara Tidak Boleh Kalah dengan KKB di Papua

Papua, IDM - Anggota Komisi I DPR RI asal Papua, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa negara jangan kalah atas kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang kerap melakukan kekarasan pembunuhan kepada warga sipil, juga TNI-Polri yang bertugas di Papua.
"Yang jelas negara tidak boleh kalah dengan aksi kekerasan kelompok kriminal bersenjata di Papua yang kerap mengganggu ketentraman masyarakat umum. Dan mencelakakan orang-orang yang tidak bersalah, yang sedang bekerja untuk membangun Papua," ungkap Mandenes.
Lanjut Mandenas, harus ada langka tegas dan tindakan hukum terhadap
kelompok kriminal bersenjata di Papua yang kian menebarkan teror terhadap kenyamanan dan keamanan warga di daerah Papua.
"Tapi juga harus ada langkah-langkah tegas dari aparat kepolisian maupun TNI, dengan elakukan Soft Approach terhadap kelompok-kelompok yang sedang berkeliaran di dalam kota. Dan ini tidak bisa dibiarkan nanti merajalela dimana-mana," ujar Mandenas.
Ia pun menuturkan, kehadiran pemerintah di Kabupaten Puncak juga untuk memberikan rasa aman. Dan juga TNI-Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, tutup Mandenes. (gin)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































