NATO Sepakati Anggaran Operasional untuk 2026

Jakarta, IDM – Aliansi pertahanan NATO telah menyepakati anggaran bersama atau operasional mereka untuk tahun 2026, dengan nilai sekitar EUR 2,42 miliar untuk sektor militer.
"Anggaran Sektor Sipil untuk tahun 2026 telah ditetapkan sebesar EUR 528,2 juta sementara Anggaran Militer telah ditetapkan sebesar EUR 2,42 miliar. Komitmen berkelanjutan negara-negara sekutu terhadap pendanaan bersama secara politis terlihat jelas, dan secara praktis sangat berharga," tulis NATO melansir laman resminya, Kamis (18/12).
Baca Juga: Thailand Tuntut Komitmen Gencatan Senjata Kamboja
Anggaran bersama tahun 2026 itu akan mendukung kemampuan penting dan meningkatkan kesiapan. Tujuannya untuk menjadikan aliansi lebih kuat, lebih adil, dan lebih mematikan.
Sementara, Anggaran Militer akan berkontribusi pada meningkatkan interoperabilitas antarpasukan dan mendukung upaya deterens, manajemen krisis serta keamanan kooperatif.
Baca Juga: Inggris Tambah Dukungan Pertahanan Senilai £600 Juta untuk Ukraina
"Anggaran ini akan terus mendukung Struktur Komando NATO yang terintegrasi, pelatihan dan latihan yang dipimpin NATO, Operasi dan Misi Aliansi, serta dukungan pembangunan kapasitas kepada para mitra. Anggaran Sipil 2026 akan terus mendukung konsultasi dan pengambilan keputusan Sekutu, serta kegiatan Markas Besar NATO," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































