NATO Perkuat Bantuan untuk Pasukan Ukraina Tanpa Terlibat Perang

Jakarta, IDM – NATO sepakat untuk memperkuat komitmen untuk membantu Angkatan Bersenjata Ukraina tanpa menjadi pihak yang terlibat dalam perang menghadapi Rusia, yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun.
Dilansir dari AA, Senin (8/7), hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. Menurutnya, NATO akan memimpin koordinasi sebagian besar bantuan keamanan internasional untuk Ukraina, dan rincian keputusan penting itu akan diumumkan ketika Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Washington, Amerika Serikat mendatang.
“Hal ini tidak akan membuat NATO menjadi pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Namun hal ini akan meningkatkan pertahanan diri Ukraina," ujarnya.
Baca Juga: Rusia Peringatkan NATO atas Peningkatan Postur Militer di Perbatasan
Selain itu, para anggota NATO akan terus menyediakan senjata yang dibutuhkan Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara dan amunisi. Mereka juga sepakat untuk mempererat interoperabilitas dan membantu membangun industri pertahanan Ukraina.
“Kami akan meningkatkan dukungan kami kepada Ukraina untuk jangka panjang, memperkuat pertahanan kolektif kami, dan memperdalam kemitraan global kami. Semua upaya yang kami lakukan bersama-sama adalah untuk membuat Ukraina lebih kuat, lebih sigap, dan lebih siap untuk bergabung dengan aliansi,” katanya.
Ia juga menyoroti Rusia yang mendapat bantuan persenjataan dari Korea Utara dan Iran, serta ekonomi dari Cina. Oleh sebab itu, maka aliansi NATO perlu meningkatkan kerja sama dengan negara-negara mitra di Indo-Pasifik.
Baca Juga: Terima Pasokan Senjata Tambahan, Ukraina Siap Gandakan Pertahanan Udara
“Semakin erat keselarasan aktor-aktor otoriter, semakin penting bagi kita untuk bekerja sama dengan mitra kita di Indo-Pasifik," imbuhnya.
Stoltenberg akan selesai menjadi Sekjen NATO pada Oktober dan digantikan oleh mantan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, yang dilaporkan memiliki pandangan yang sama dengan Stoltenberg mengenai perang Rusia-Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































