INTERNASIONAL

NATO Kembali Desak Turki Setujui Keanggotaan Swedia

Jens Stoltenberg dan Recep Tayyip Erdogan
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara. (Foto: Dok. X/Jens Stoltenberg)

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendesak Turki untuk segera menyetujui proposal keanggotaan Swedia. Hal itu dilakukan tiga bulan setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut pihaknya dia akan membantu mempercepat proses ratifikasi di parlemen Turki.

Dilansir dari AP, Jumat (13/10), pernyataan itu Stoltenberg ungkapkan usai menggelar pertemuan dengan para menteri pertahanan NATO di Brussels. Ia menyebut, negara anggota lain sudah sangat menunggu keanggotaan Swedia di aliansi tersebut.

“Banyak sekutu ingin melihat kemajuan cepat dalam ratifikasi ini. Swedia telah memenuhi apa yang mereka janjikan, dan sekarang kita memerlukan ratifikasi keanggotaan Swedia,” kata Stoltenberg.

Baca Juga: Konflik Memanas, Israel Luncurkan 6.000 Bom ke Jalur Gaza

Swedia dan negara tetangganya, Finlandia, mengajukan permohonan keanggotaan setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukan Rusia untuk melakukan 'operasi khusus' di Ukraina pada Februari 2022. Hal itu dilakukan karena kedunya mencari perlindungan di bawah payung keamanan NATO.

Erdogan menunda ratifikasi keanggotaan Swedia karena adanya masalah terkait terorisme. Pada Juni lalu, ia menyebut pemerintah Swedia telah gagal mengekstradisi puluhan anggota separatis Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Berdasarkan kekhawatiran tersebut, Stoltenberg mengaku akan mengatasi isu terorisme dan telah menunjuk Asisten Sekretaris Jenderal Tom Goffus untuk bertindak sebagai koordinator khusus upaya kontra-terorisme.

Baca Juga: Iran Jajaki Kerja Sama dengan Rusia Bangun Satelit Pengintai

“Ini menunjukkan bahwa NATO, Swedia, telah memenuhi perjanjian Vilnius, dan sekarang kita juga harus melihat bahwa Turki meratifikasi aksesi Swedia,” kata Stoltenberg.

Meskipun Erdogan sudah memberikan sinyal akan persetujuan aksesi Swedia, insiden pengebomam di area gedung Kementerian Dalam Negeri Turki membuat agenda NATO ini semakin tertunda. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.