NATO Desak Anggotanya Tingkatkan Anggaran Militer Hingga Dua Persen

Jakarta, IDM – Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO menggelar pertemuan untuk membahas kembali urgensi peningkatan anggaran pertahan di Brussels, Belgia pada Rabu (21/3). Sekjan Nato Jens Stoltenberg, mendesak agar semua anggota sebanyak 30 negara, menyisihkan dana minimal dua persen dari produk domestik bruto (PDB) mereka untuk anggaran pertahanan.
Dalam pertemuan tersebut, Stoltenberg menyerukan untuk mempercepat peningkatan anggaran pertahanan. Hal tersebut ia ungkapkan karena hanya tujuh negara yang mencapai target minimal berdasarkan laporan tahunan NATO.
"Pesan saya kepada negara anggota adalah kami menyambut baik apa yang telah mereka lakukan tetapi mereka perlu bergerak cepat, mereka perlu menggelontorkan (anggaran pertahanan) yang lebih banyak di dunia yang lebih kritis," ujarnya melansir Nato.int.
Baca Juga: Pamerkan Prototipe, TF-X Turki akan Terbang Perdana Akhir 2023
Anggota NATO terus meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka secara keseluruhan sejak konflik Krimea maupun di Ukraina timur pada 2014. Namun Stoltenberg mengatakan bahwa invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu menunjukkan keadaan ancaman keamanan semakin kritis dan sekutu NATO harus merespons dengan memenuhi anggaran militer yang lebih besar.
"Tidak ada keraguan bahwa kami perlu berbuat lebih banyak dan kami perlu melakukannya lebih cepat," ungkapnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































