Myanmar Jadi Negara Paling Terkontaminasi Ranjau Darat di Dunia

Jakarta, IDM – Ranjau darat yang tersebar di Myanmar telah menyebabkan lebih dari 1.052 orang tewas atau terluka termasuk anak-anak, yang jumlahnya meningkat dua kali lipat dari tahun lalu.
Berdasarkan laporan UNICEF, badan PBB yang mengurus hal-hal terkait anak-anak, ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak akibat perang di Myanmar menyebabkan lonjakan korban sebesar 270% pada tahun 2023, termasuk 188 orang tewas dan 864 orang luka-luka.
Baca Juga: Ini Pantsir-M, Sistem Pertahanan Udara Rusia yang Berhasil Mencegat Storm Shadow
Sementara pada tahun 2022, jumlah korban sebanyak 390 orang, dimana lebih dari 20% diantaranya adalah anak-anak. Jumlah korban anak-anak yang tinggi ini dikarenakan mereka mereka cenderung tidak menyadari bahaya yang mengintai.
“Penggunaan ranjau darat tidak hanya tercela tetapi juga ilegal menurut hukum kemanusiaan internasional,” kata Debora Comini, direktur regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik melalui Unicef.org.
Baca Juga: AUKUS Tunjuk BAE Systems untuk Bagun Kapal Selam
Myanmar menjadi kacau sejak pihak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih dalam kudeta tahun 2021. Konflik yang semakin meluas selama beberapa bulan terakhir membuat hampir seluruh negara bagian dan wilayah di negara tersebut, kecuali ibu kota Naypyitaw, kini dilaporkan telah terkontaminasi ranjau darat.
"Myanmar kini berada di antara negara-negara yang paling terkontaminasi oleh ranjau darat dan bahan peledak di seluruh dunia," lapor UNICEF. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































