Moldova Temukan Puing-puing Drone Diduga Milik Rusia

Jakarta, IDM - Otoritas keamanan perbatasan Moldova mengatakan bahwa mereka telah menemukan kepingan drone Shahed buatan Iran yang diduga milik Rusia di wilayah perbatasan dengan Ukraina.
Dilansir dari Reuters, Jumat (5/4), puing-puing drone tersebut ditemukan di sekitar desa Etulia dan Vladiceni. Drone itu disebut bertuliskan Heran-2, nama lain dari drone Shahed buatan Iran yang digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Baca Juga: Serbia akan Tingkatkan Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Prancis
Kepingan drone ditemukan di area sekitar 500 meter dari perbatasan dengan Ukraina. Kendati demikian, tidak ada kandungan unsur berbahaya dalam pecahan drone sehingga tidak membahayakan penduduk di daerah tersebut.
Sebelumnya, pecahan drone juga ditemukan di dekat desa yang sama pada bulan Februari lalu. Wilayah perbatasan antara Moldova dan Ukraina seluas 1222 km.
Baca Juga: Israel Tak Setuju Permintaan Hamas, Perundingan Gencatan Senjata Terhambat
Sementara, Presiden Moldova Maia Sandu telah mengecam tindakan Rusia terhadap negara tetangganya tersebut. Sandu pun ingin Moldova bergabung dengan Uni Eropa dan menjauh dari pengaruh Rusia meskipun merupakan negara pecahan Uni Soviet. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































