INTERNASIONAL

Misi Pimpinan AS untuk Perangi ISIS di Irak Berakhir

Prajurit AS
Prajurit AS menanggapi misi penembakan di suatu tempat di Irak dalam Operasi Inherent Resolve pada November 2017 (Foto: Dok. Centcom.mil)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) dan koalisinya secara resmi mengakhiri 'Operasi Inherent Resolve' di Irak, yang mencerminkan keberhasilan dalam mengalahkan ISIS sebagai ancaman militer terorganisir di Irak maupun di kawasan.

"Hari ini, AS dan mitra Koalisi kami secara resmi mengakhiri Operasi Inherent Resolve di Irak, sejalan dengan pernyataan bersama AS-Irak bulan September 2024 dan kepentingan nasional AS," ujar Juru Bicara Utama Pentagon Sean Parnell dalam keterangan melalui War.gov, Rabu (30/9).

"Penarikan pasukan dan peralatan Koalisi secara tertib dari Pangkalan Udara Erbil menandai keberhasilan penyelesaian misi militer yang telah mengalahkan ISIS di Irak," tambahnya.

Baca Juga: Presiden Ukraina Klaim 10.000 Tentara Korut akan Dikirim ke Rusia

Ia menuturkan, perkembangan ini menandai transisi dari misi koalisi masa perang ke upaya keamanan yang dipimpin Irak yang didukung oleh hubungan keamanan bilateral yang lebih normal.

“Kami mengharapkan Pasukan Keamanan Irak, termasuk Peshmerga dan pasukan keamanan lainnya di Wilayah Kurdistan Irak, untuk memimpin upaya berkelanjutan untuk mengamankan Irak dan menekan sisa-sisa ISIS,” kata Parnell.

Departemen Perang AS, ujarnya, akan terus memberi pelatihan dan dukungan intelijen yang terarah kepada Irak. AS disebut tetap berkomitmen untuk memerangi terorisme dan akan terus bekerja sama untuk memastikan ISIS tidak akan pernah dapat bangkit kembali dari wilayah tersebut.

Baca Juga: Kecam Genosida Israel, PM Qatar Anggap Netanyahu Penjahat Perang

"AS mendukung Irak yang kuat dan berdaulat, yang mampu mengamankan perbatasannya, melindungi rakyatnya, serta menjadi landasan bagi kerja sama yang lebih erat di bidang perdagangan, diplomasi, dan keamanan antara kedua negara kita," pungkasnya.

Adapun, Baghdad dan Washington sepakat pada September 2024 untuk mengakhiri misi militer koalisi di Irak dengan jadwal yang diperpanjang hingga akhir September 2026. Koalisi itu dibentuk di bawah kepemimpinan AS pada 2014 setelah ISIS merebut wilayah di Irak dan Suriah.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.