Meski Rekrut Ratusan Ribu Personil Baru, Rusia Tidak akan Menambah Mobilisasi

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk melakukan mobilisasi tambahan untuk berperang di Ukraina. Sebab, ratusan ribu orang baru telah mendaftarkan diri untuk menjadi personil Angkatan Bersenjata.
Dilansir dari Tass, Rabu (4/10), Shoigu menyebut sebanyak 130.000 warga Rusia telah direkrut untuk menjadi tentara. Sedangkan sejak awal tahun ini, total 335.000 orang telah bergabung menjadi personil di angkatan bersenjata atau unit sukarela untuk melakukan 'operasi khusus', sebutan Rusia bagi perang di Ukraina.
"Tidak ada rencana untuk mobilisasi tambahan. Angkatan bersenjata memiliki jumlah prajurit yang diperlukan untuk melaksanakan operasi militer khusus," kata Shoigu.
Baca Juga: Turki Serang Balik Markas Militan Kurdi di Irak
Lebih lanjut, Shoigu memuji patriotisme warga Rusia yang telah mendaftar. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Rusia telah membuat kemajuan signifikan baik dalam merekrut anggota baru maupun menyerap banyak personil dari kelompok tentara bayaran Wagner ke dalam 'formasi sukarela'.
“Sejak awal tahun ini, lebih dari 335.000 orang telah memasuki dinas militer berdasarkan kontrak dan formasi sukarelawan. Pada bulan September saja, lebih dari 50.000 warga menandatangani kontrak," ujarnya.
Rusia telah memperkuat Angkatan Bersenjata dan meningkatkan produksi alutsista untuk menghadapi kemungkinan perang yang berlanjut untuk waktu yang lama. Begitupun dengan Ukraina, yang berupaya melatih pasukannya menerbangkan F-16 milik sekutu.
Baca Juga: Rusia Sebut Ukraina Luncurkan Bom Cluter ke Wilayah Sipil
Sebelumnya, Putin memerintahkan mobilisasi parsial terhadap 300.000 tentara cadangan pada September tahun lalu. Hal itu menyebabkan ratusan ribu pemuda meninggalkan Rusia untuk menghindari perang.
Kendati demikian, Putin telah berulang kali mengatakan bahwa tidak perlu mengulangi mobilisasi tersebut. Beberapa pengamat Rusia pun menilai langkah mobilisasi sebagai kesalahan karena mendorong banyak orang untuk meninggalkan negaranya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































