Mesir Usulkan Gencatan Senjata Singkat di Gaza untuk Pertukaran Tawanan

Jakarta, IDM – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi mengusulkan gencatan senjata selama dua hari antara Israel dan Hamas untuk melakukan pertukaran empat tawanan.
Dilansir dari AP, Senin (28/10), hal itu ia ungkapkan usai pertemuan dengan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune di Kairo. Selain pertukaran tawanan, ia mengusulkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Tujuannya untuk "memajukan situasi".
Ia juga mengatakan bahwa pembicaraan antara Israel dan Hamas harus dilanjutkan dalam kurun waktu 10 hari setelah penerapan gencatan senjata sementara dalam upaya menjadikannya permanen.
Baca Juga: Israel Luncurkan Serangan Balasan ke Iran
Upaya untuk mencapai gencatan senjata telah berulang kali terhenti. Hamas menginginkan pasukan Israel keluar dari Gaza sebagai prasyarat, tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan mereka akan tetap tinggal sampai Hamas dilenyapkan. Tidak ada gencatan senjata sejak bulan November tahun lalu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































