INTERNASIONAL

Menlu Ukraina Bersiap Menggelar ‘Peace Summit’ Tahun 2023

Menlu Ukraina Bersiap Menggelar ‘Peace Summit’ Tahun 2023
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba (Dok. Twitter/Dmytro Kuleba)

Jakarta, IDM - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan bahwa pemerintahannya menargetkan untuk menggelar Peace Summit atau KTT perdamaian pada Februari 2023. Ukraina berharap pertemuan puncak ini dapat mengakhiri konflik. Namun, Kuleba menegaskan Ukraina hanya akan berunding dengan Rusia jika telah diproses pengadilan internasional atas kejahatan perang.

Dilansir dari AP, Selasa (27/12), Ukraina menginginkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk berperan sebagai mediator. Kuleba menambahkan bahwa diplomasi selalu memainkan peran penting dalam menghentikan perang.

"Setiap perang berakhir dengan cara diplomatis. Setiap perang berakhir sebagai akibat dari tindakan yang diambil di medan perang dan di meja perundingan," ujar Kuleba.

Menurutnya, PBB memiliki pengaruh besar karena melibatkan seluruh negara. Melalui peran PBB, Ukraina ingin mengimplementasikan formula perdamaian dalam peace summit tahun depan. Formula perdamaian ini berisi 10 poin antara lain pemulihan integritas wilayah Ukraina, penarikan pasukan Rusia, pembebasan semua tahanan, pengadilan bagi atas agresi serta jaminan untuk Ukraina.

Baca: Drone Korut Kembali Melintasi Wilayah Korsel

Sementara itu, Kuleba meragukan pernyataan otoritas Rusia yang mengatakan bahwa mereka siap untuk melakukan pembicaraan. Minggu lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa negaranya siap untuk melakukan pembicaraan perihal mengakhiri perang di Ukraina. Terlepas dari pernyataan tersebut, pasukan Moskow terus menyerang Ukraina.

“Mereka (Rusia) mengatakan bahwa mereka siap untuk negosiasi, itu tidak benar, karena semua yang mereka lakukan di medan perang membuktikan sebaliknya,” tegas Kuleba. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.