INTERNASIONAL

Menhan Venezuela Sebut Pengawal Presiden Maduro Tewas dalam Operasi Militer AS

Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Dok. IG/nicolasmaduro)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, menyatakan sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Padrino dalam pidato resmi yang disiarkan melalui televisi nasional, di tengah meningkatnya ketegangan antara Caracas dan Washington.

Padrino menuding personel militer Amerika Serikat bertindak brutal selama pelaksanaan operasi tersebut.

Menurutnya, operasi militer AS tidak hanya menargetkan Presiden Maduro, tetapi juga menewaskan mayoritas pengawal presiden.

Baca Juga: Trump Ungkap Kemungkinan Serangan Kedua ke Venezuela

Selain itu, ia menyebut sejumlah prajurit Venezuela serta warga sipil yang tidak bersalah turut menjadi korban dalam operasi tersebut, meski tidak merinci jumlah korban jiwa yang jatuh.

Pernyataan keras dari Padrino muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa operasi militer AS telah berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat siap mengambil alih kendali pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan opsi pengerahan pasukan militer apabila dianggap diperlukan.

Menanggapi klaim tersebut, Padrino menegaskan bahwa Nicolas Maduro merupakan pemimpin yang sah dan autentik berdasarkan konstitusi Venezuela.

Baca Juga: PBB Peringatkan Operasi Militer AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Ia menolak segala tuduhan terhadap Maduro dan secara tegas menuntut agar presiden Venezuela tersebut segera dibebaskan.

“Kami menuntut agar dunia memperhatikan dengan saksama segala sesuatu yang sedang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya,” ungkap Padrino dalam pidatonya, yang dikutip Anadolu, Senin (5/1).

Ia menambahkan tindakan Amerika Serikat merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional, serta menyerukan solidaritas internasional untuk membela Venezuela di tengah situasi yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.