Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Eks Gubernur Jenderal Australia, Ini yang Dibahas

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan eks Gubernur Jenderal Australia David Hurley di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Rabu (29/10).
Menurut Kepala Biro (Karo) Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, pertemuan yang digelar secara tertutup itu membahas terkait hubungan bilateral antarnegara sekaligus potensi memperkuat kerja sama di bidang pertahanan.
Baca Juga: Trump Tegaskan Gencatan Senjata Gaza tak akan Gagal Meski Ketegangan Meningkat
"Bagaimana Australia harapannya nanti bisa juga memberikan support dalam konteks pelatihan, khususnya kesehatan militer atau kedokteran militer di mana diperlukan dalam operasi-operasi penanggulan bencana maupun dalam konteks operasi bantuan kemanusiaan," imbuhnya.

Kunjungan Hurley ini juga menjadi wujud komitmen dalam menjaga hubungan people to people selaku eks Panglima Angkatan Pertahanan Australia (Chief of the Defence Force/CDF) dari tahun 2011 hingga 2014.
Baca Juga: Pakistan Sebut Perundingan Damai dengan Afghanistan Gagal
"Keduanya berharap ada peningkatan hubungan antara militer yang sejauh ini sudah terjalin dengan baik," imbuh Frega. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































