INTERNASIONAL

Mengenal Global Sumud Flotilla, Bantuan Armada dari Berbagai Negara untuk Gaza

Armada kapal Global Sumud Flotilla
Armada kapal Global Sumud Flotilla atau GSF. (Foto: Dok. Instagram GSF)

Jakarta, IDM – Gerakan Global Sumud Flotilla, yang terdiri dari puluhan kapal, telah bertolak menuju Jalur Gaza, Palestina.

Armada membawa bantuan kemanusian berupa pasokan medis hingga makanan.
Per Senin (29/9), rombongan kapal Sumud Flotilla tinggal berjarak sekitar 678 kilometer dari Gaza.

“Dalam dua hari, armada Flotilla akan memasuki zona berisiko tinggi,” tulis Global Sumud Flotilla (GSF), sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Baca Juga: Trump Pertimbangkan Kirim Tomahawk ke Ukraina

GSF merupakan gerakan global dari berbagai negara untuk membantu masyarakat Gaza. GSF terdiri dari koalisi masyarakat, antara lain para organisator, pekerja kemanusiaan, pengusaha, dokter, seniman, pendeta, pengacara, hingga pelaut.

“Upaya kami dibangun di atas perjuangan Palestina selama puluhan tahun dan solidaritas internasional,” tulis GSF dalam laman resmi mereka.

GSF menyatakan mereka independen dan tidak berafiliasi dengan pemerintah atau partai politik mana pun.

Melansir dari Anadolu, GSF berupaya menembus blokade Israel di Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan, khususnya pasokan medis, ke wilayah-wilayah yang dilanda perang tersebut.

Baca Juga: Dua Puluh Usulan Proposal Trump untuk Gaza Baru

Berbagai kapal dari Siprus Yunani dan Turki ikut bergabung dalam GSF. Bahkan, kapal angkatan laut Italia dan Spanyol ikut memberikan perlindungan bagi armada GSF. Dua warga negara Indonesia (WNI) juga ikut tergabung dalam GSF.

Al Jazeera melaporkan pada Selasa (30/9), Turki mengirimkan pesawat nirawak atau drone untuk memantau pergerakan armada GSF menuju Gaza.

“Saya bergabung dengan misi ini karena kewajiban moral kepada rakyat Palestina. Selama bertahun-tahun, saya telah mendokumentasikan dan menyaksikan genosida di Gaza dari jauh dengan rasa tidak berdaya yang dalam dan berkembang. Sebagai seorang jurnalis dan manusia, saya tidak bisa lagi menonton dari jauh saat warga Palestina dibantai,” kata jurnalis asal Argentina, Iara Modarelli, yang ikut dalam rombongan GSF.

Empat senator dari Amerika Serikat telah menyurati Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, mendesak untuk memastikan keselamatan warga sipil di atas kapal armada GSF.

Baca Juga: Indonesia Bersama 7 Negara Sambut Proposal Trump untuk Perdamaian Gaza

"Global Sumud Flotilla saat ini berlayar melintasi Laut Mediterania untuk membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, tetapi dilaporkan telah menghadapi serangan oleh drone dan tindakan lainnya," tulis empat senator AS Ed Markey, Elizabeth Warren, Chris Van Hollen, dan Jeff Merkley dalam surat mereka kepada Rubio.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yunani Giorgos Gerapetritis mengatakan bahwa angkatan laut negaranya akan ikut mengamankan perjalanan kapal-kapal GSF.

Lebih dari 80 anggota parlemen United Kingdom juga menandatangani surat guna memastikan kapal-kapal GSF aman dalam perjalanan ke Gaza. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.