Menerima Banyak Bantuan Militer, Ukraina Beri Kejutan kepada Rusia

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Ukraina Oleskii Reznikov mengklaim bahwa Kiev menerima lebih banyak bantuan militer di tengah serangan Rusia yang sedang berlangsung.
“Saya tidak akan mengomentari pengiriman senjata dan amunisi – ini adalah momen yang sulit. Biarkan ada kejutan untuk musuh. Ketahuilah ini, ada kemajuan yang signifikan, ” Tulis Reznikov di Twitternya.
Dilansir RT.com, Di tengah invasi Rusia, negara-negara Eropa menjanjikan bantuan militer ke Ukraina. Uni Eropa sendiri menjanjikan bantuan militer senilai 450 juta euro berupa senjata letal.
Senjata-senjata yang dikirimkan ke Ukraina dilaporkan antara lain senjata antitank, sistem pertahanan udara, dan senapan mesin.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mengapalkan senjata untuk Ukraina. CNN melaporkan sebuah operasi pengapalan “masif” sedang dikoordinasikan Komando AS di Eropa.
Setiap harinya, dilaporkan terdapat setidaknya 17 pesawat yang mendarat di pusat komando AS.
Ukraina sendiri meminta bantuan senjata kepada AS dan NATO jika mereka tidak ingin terlibat konflik secara langsung. (ADT)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































