Libatkan 9 Negara Pesisir, Prancis Gelar Latihan Multilateral 'La Perouse 25'

Jakarta, IDM – Prancis menggelar latihan multilateral 'La Perouse 25' yang melibatkan negara-negara pesisir lainnya yaitu Indonesia, Kanada, Amerika Serikat, Malaysia, India, Australia, Inggris dan Singapura.
Tahun ini merupakan iterasi kelima dan dimulai pada 16 hingga 24 Januari, yang akan dilakukan di sekitar dan di selat antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, yakni Selat Malaka, Sunda, dan Lombok.
Baca Juga: Israel Setuju Melakukan Pembebasan Sandera dengan Hamas
Latihan antara sembilan negara pesisir ini menunjukkan komitmen teguh terhadap Indo Pasifik yang bebas dan terbuka. Tujuannya untuk memperkuat keselamatan maritim, dengan pengembangan interoperabilitas dan kemampuan untuk bertindak secara kolektif jika terjadi krisis maritim.
"Interaksi yang direncanakan akan memungkinkan untuk mengerjakan berbagai operasi keamanan maritim. Pasukan yang tersebar di kawasan tersebut akan berlatih dalam pencarian dan intervensi pada kapal yang dicurigai melakukan kegiatan terlarang; kapal yang mencurigakan ini akan diperankan oleh kapal-kapal pasukan tersebut," tulis Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia melalui keterangan resminya, Jumat (17/1).
Selama latihan, semua angkatan laut yang terilbat akan berlatih menggunakan IORIS, sebuah sistem komunikasi dan koordinasi yang didedikasikan untuk pertukaran informasi dan dokumen, agar dapat menghadapi krisis di kelautan secara efektif dan kolektif.
Prancis melibatkan Kelompok Tempur Kapal Induk (French Carrier Strike Group/CSG) dan pesawat patroli maritim Atlantique 2.
Indonesia, dalam latihan multinasional ini, disebutkan akan memberi dukungan pangkalan di darat untuk pesawat patroli maritim Atlantique 2 dari CSG
Prancis.
Baca Juga: Kecam Latihan Gabungan Sekutu AS, Korut Peringatkan akan Ambil Langkah ‘Lebih Intensif’
Australia mengerahkan kapal perusak HMAS Hobart, Kanada mengirim kapal perusak HMCS Ottawa, India mengirim kapal perusak INS Mumbai, Inggris melibatkan kapal patroli HMS Spey dan Amerika Serikat dengan kapal LCS USS Savannah.
Sementara, Malaysia dan Singapura masing-masing mengirim kapal perusak FFG Lekir dengan helikopternya dan kapal Gagah Samudera; serta kapal patroli RSN Independence. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































