Libatkan 8.900 Tentara, Filipina dan AS Gelar Latihan Militer Balikatan

Jakarta, IDM - Ribuan tentara Filipina dan Amerika Serikat (AS) berpartisipasi dalam latihan militer gabungan terbesar sejak 2015, bertajuk Balikatan. Latihan tersebut dimulai sejak awal pekan ini, Senin (28/3),dan akan berlangsung selama 12 hari di Pulau Luzon, Filipina.
Latihan tahunan Balikatan ini melibatkan 8.900 tentara dan mencakup latihan keamanan maritim, operasi amfibi, pelatihan tembakan langsung, kontra-terorisme dan bantuan kemanusiaan, serta bantuan bencana.
Direktur latihan AS, Mayor Jenderal Jay Bergeron mengatakan latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara dan kesiapan negara untuk merespons krisis, sehingga latihan ini tidak boleh dilihat sebagai unjuk kekuatan.
Terselenggaranya latihan ini juga mengisyaratkan semakin dalamnya hubungan pertahanan kedua negara di tengah ketegangan baru yang terjadi di wilayah sengketa, Laut China Selatan (LCS).
Untuk diketahui sebelumnya pada tahun 2017, pengerahan pasukan dalam latihan Balikatan bahkan berkurang setengahnya, menjadi 5.500 tentara. Saat itu, Duterte menyebut bahwa latihan tersebut merupakan penghambat hubungan negara yang dipimpinnya dengan China.
Duterte sempat berupaya menjalin hubungan erat dengan China sejak dirinya menjabat pada tahun 2016. Hubungan erat tersebut terjalin dengan imbalan janji pinjaman, bantuan dan investasi, dan akhirnya menjauhkan Filipina dari Amerika Serikat, aliansinya.
Namun tahun lalu Duterte menarik kembali ancamannya untuk membatalkan pakta dua dekade yang mengatur kehadiran pasukan AS di negara Asia Tenggara itu.
"Kami mengirim pesan kepada dunia bahwa aliansi antara negara kami lebih kuat dari sebelumnya," kata Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Voa News, Selasa (29/3). (BFM)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































