Libatkan 7.000 Peserta, Thailand Gelar Latma Multilateral ‘Cobra Gold’

Jakarta, IDM – Thailand dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan bersama (latma) Cobra Gold yang melibatkan 7.394 peserta dari 30 negara. Tahun ini menjadi latihan perdana dengan skala penuh setelah tiga tahun tersendat akibat pandemi, yang memperkuat aliansi keamanan Amerika Serikat dengan negara-negara di Asia.
Lebih dari 3.800 tentara AS dan 3.000 personel Thailand akan berpartisipasi. Singapura, Jepang, Indonesia, Korea Selatan, dan Malaysia juga menjadi peserta utama dalam latihan sejak 28 Februari hingga 10 Maret 2023 di berbagai wilayah di Thailand. Sementara 23 negara lain menjadi peserta latihan pendamping atau sebatas pengamat.
“Cobra Gold memperkuat kemampuan kami untuk merencanakan dan melakukan gabungan operasi perdamaian dan keamanan di semua domain. Melalui Cobra Gold, kami menunjukkan tekad bersama mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka sehingga semua negara dapat menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran,” ujar Laksamana John Aquilino, komandan US Pacom saat upacara pembukaan di pangkalan angkatan laut Rayong, Thailand melansir ABC, Rabu (1/3).
Baca Juga: Rapim Kopassus Tahun 2023, Danjen: Prajurit Kopassus Harus Siap Terima Ancaman Apapun
Latihan Cobra Gold berawal dari latma Thailand dan AS sejak 1982. Kemudian, latma ini berkembang menjadi skala multinasional mencakup latihan pos komando, latihan amfibi, lintas udara, menembak, serta latihan bencana dan kemanusiaan. Tahun ini menjadi yang pertama kali melibatkan pelatihan tentang kemungkinan bencana antariksa untuk mendorong pemahaman tentang dampak fenomena seperti badai matahari pada operasi militer, sistem komunikasi, dan satelit. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































