INTERNASIONAL

Latma YS 83 Jepang-AS Tingkatkan Interoperabilitas di Indo-Pasifik

Latma YS 83 Jepang-AS Tingkatkan Interoperabilitas di Indo-Pasifik
Komandan Korps I AS Letnan Jenderal Xavier Brunson dan Komanadan JGSDF Letnan Jenderal Tadao Maeda di Asaka, Jepang (Dok. Dvidshub.net)

Jakarta, IDM - Angkatan Darat AS dan Jepang telah sukses melaksanakan latma militer Yama Sakura 83 (YS 83) yang di gelar selama delapan hari, Senin (12/12). Latma ini dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas pasukan, memperkuat liansi dan kemitraan, serta mengembangkan inovasi taktis dan postur pertahanan multi domain.

Dilansir dari Pacom.mil, Senin (12/12), Latma YS 83 tahun ini merupakan iterasi ke-42 dari latma tahunan di Jepang yang dimulai pada tahun 1982. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesiapan dan kekompakan tempur AS dan Jepang, memperkuat hubungan bilateral serta menunjukkan tekad bersama untuk mendukung kepentingan keamanan sekutu di seluruh kawasan Indo-Pasifik.

"Selama 8 hari terakhir, kami telah belajar banyak dari satu sama lain, membangun ikatan yang lebih kuat, mengembangkan interoperabilitas prosedural dan teknis manusia antara kedua kekuatan kami dan membantu memperkuat aliansi besar antara AS dan Jepang," ujar Komandan Korps I AS Jenderal Xavier Brunson, saat memberikan sambutan kepada pasukan gabungan di Kamp Angkatan Darat Asaka, Saitama, Jepang.

Baca: Pererat Dukungan, Ukraina Lakukan Pembicaraan dengan Perancis, Turki dan AS

Latihan ini melibatkan sekitar 1.200 personel AS dan 4.500 personel Jepang, yang menjadikannya sebagai latihan pos komando bilateral terbesar antara kedua negara. Baik AS maupun Jepang, sepakat bahwa penting bagi sekutu untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Indo-Pasifik yag bebas dan terbuka. YS 83 merupakan bentuk tekad kekuatan bersama untuk mencegah agresi terhadap keamanan regional.

“Aliansi kami dengan Jepang berfungsi sebagai kunci pencegahan (deterrence) yang terintegrasi dan keamanan regional. YS 83 jauh melampaui harapan saya untuk mengembangkan interoperabilitas dan membangun kerja sama,” tegas Brunson. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.