INTERNASIONAL

Latma Militer Kamandag antara AS dan Filipina

Latma Militer Kamandag antara AS dan Filipina
Ilustrasi Pasukan AS yang berpartisipasi dalam Latma Kamandag (Dok. Dvidshub)

IDM - Filipina dan Amerika Serikat memulai latihan militer Kamandag untuk peningkatan hubungan pertahanan, Senin (3/10). Latma militer ini melibatkan sekitar 3000 pasukan dari kedua negara yang akan berlatih selama 11 hari di berbagai lokasi di Filipina.

Sejak menjabat pada tahun ini, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. fokus memperat hubungan dengan AS ditengah meningkatnya ketegangan atas sengketa wilayah dengan Cina. Dibawah prinsip Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, AS mendukung segala upaya termasuk latihan Kamandag untuk menghadapi pengaruh Cina di wilayah tersebut.

Dilansir dari Pna.gov.pa, sebuah laman resmi Pemerintah Filipina, Jumat (30/9), Korps Marinir Filipina Mayor Emery Torre mengatakan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama bilateral dan interoperabilitas di antara pasukan dalam melakukan operasi taktis gabungan yang berfokus pada kapasitas unit amfibi laut dan meningkatkan kemampuan mereka dalam operasi khusus, kemampuan pertahanan pantai, operasi bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.

Kamandag yang berarti Kerjasama Prajurit Laut, akan dilakukan di berbagai lokasi yaitu di Luzon, Batanes, dan Palawan serta melibatkan sekitar 530 Marinir Filipina dan 2.550 Marinir AS yang berlatih bersama. Dalam latihan ini, AS akan memperagakan operasi peluncuran rudal dan manuver jet tempur supersonik miliknya.

Menurut Torre, Iterasi ke-6 Kamandag tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena Korps Marinir Korsel dan Jepang akan bergabung sebagai pengamat. Sekitar 30 perwakilan dari Jepang dan 100 dari Korsel akan fokus pada observasi teknik, taktik, dan prosedur dalam latihan ini untuk mengembangkan strategi interoperabilitas. (BP)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.