Lanjut Bahas Gencatan Senjata, Hamas Kirim Delegasi ke Qatar

Jakarta, IDM – Hamas kirim delegasi ke Qatar untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata dengan Israel. Hal itu diungkapkan usai Israel menyampaikan tuntutan baru untuk Hamas.
Dilansir dari AP, (16/4), otoritas Hamas mengatakan bahwa pihaknya telah melanjutkan perundingan gencatan senjata baru selama beberapa hari terakhir di Kairo, termasuk proposal dari Israel agar Hamas membebaskan delapan hingga 10 sandera yang ditawan di Gaza.
Baca Juga: Boeing Siap Sesuaikan Kebutuhan F-15EX untuk Indonesia
Sejak gencatan senjata Israel-Hamas berakhir pada bulan lalu, Israel telah memblokir akses bantuan memasuki Gaza. Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) juga kembali menggencarkan serangan udara maupun darat di Gaza. "Tidak ada bahan bakar yang masuk, tidak ada makanan yang masuk, tidak ada obat-obatan yang masuk," kata Juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Baca Juga: Rusia Sebut Kesepakatan Damai Tidak Mudah Dicapai
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa hampir 51.000 warga Palestina tewas akibat serangan konflik sejak Oktober 2023, yang sebagian adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 1.600 orang juga dilaporkan tewas sejak gencatan senjata berakhir. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































